Sabtu, 11 Mei 2013

Pengaruh Kehamilan pada Bayi

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013 71 Pengaruh Kehamilan pada Bayi Baru Lahir... PENGARUH UMUR KEHAMILAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Dina Hartatik, Enny Yuliaswati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta ABSTRAK Latar Belakang: Angka kematian bayi baru lahir di Indonesia menurut SDKI 2002/2003 adalah 20/1.000 kelahiran hidup, salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah asfiksia. Di Indonesia, prevalensi asfiksia sekitar (3%) kelahiran (1998) atau setiap tahunnya sekitar 144/900 kelahiran dengan asfiksia sedang dan berat. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya Asfiksia yaitu faktor ibu, salah satu faktor ibu adalah umur kehamilan saat bayi dilahirkan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh umur kehamilan pada saat bayi di lahirkan dengan kejadian asfiksia. Metode: Penelitian observasional analitik inferensial hipotesis menggunakan pendekatan case control, subjek penelitian ini adalah bayi baru lahir yaitu sebanyak 80 responden. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: didapatkan nilai X2> X2(5.115> 3,841) dengan pvalue 0,024 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Ada pengaruh umur kehamilan pada saat bayi lahir dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci: Umur Kehamilan, Kejadian Asfiksia A. PENDAHULUAN Kematian perinatal terbanyak disebabkan oleh asfiksia. Hal ini ditemukan baik di lapangan atau di rumah sakit rujukan di Indonesia (Wiknjosastro, 2010:52). Angka Kematian Bayi (AKB) baru lahir di Indonesia menurut SDKI 2002/2003 adalah 20/1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah asfiksia. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya Asfiksia yaitu faktor ibu, salah satu faktor ibu adalah umur kehamilan saat bayi dilahirkan (Katriningsih, 2009). Di Indonesia, prevalensi asfiksia sekitar (3%) kelahiran (1998) atau setiap tahunnya sekitar 144/900 kelahiran dengan asfiksia sedang dan berat (Rukiyah, 2009, hal 167). Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Jawa Tengah tahun 2008 sebesar 9,17/1.000 kelahiran hidup, menurun bila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 10,48/1.000 kelahiran hidup. AKB di Kota Surakarta sebesar 3,32/1.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2008, hal 11) Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur dalam 1 menit setelah lahir. Biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kelahiran kurang bulan (<34 GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013 72 Pengaruh Kehamilan pada Bayi Baru Lahir... minggu), dan kelahiran lewat waktu (Mansjoer, et al. 2005, hal 502). Persalinan prematur adalah persalinan belum cukup umur di bawah 37 minggu atau berat lahir kurang dari 2500 gram. Persalinan prematur merupakan penyebab tertinggi kematian neonatus, tumbuh kembang janin sering terlambat. Salah satu penyebab utama kematian neonatus tersebut adalah asfiksia atau sindrom gawat nafas (Manuaba, 2008, hal 184). Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melampaui usia 292 hari (42 minggu) dengan gejala kemungkinan komplikasinya. Komplikasi dapat terjadi pada ibu dan janin, komplikasi pada janin diantaranya adalah oligohidramnion yang mengakibatkan asfiksia dan gawat janin intrauterine, dan aspirasi air ketuban disertai mekonium yang mengakibatkan gangguan pernafasan janin dan gangguan sirkulasi bayi setelah lahir (Manuaba, 2008, hal 104). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit dr. Moewardi Surakarta pada tanggal 16 Februari 2011 didapatkan pada tahun 2010 terdapat persalinan sebanyak 1512, dan persalinan dengan umur kehamilan lewat waktu sebanyak 519, sedangkan persalinan dengan umur kehamilan kurang bulan sebanyak 107. Pada tahun tersebut 103 bayi lahir mengalami asfiksia neonatorum. Dari data rekam medik RSUD dr. Moewardi tahun 2010 kejadian asfiksia masih tinggi, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Umur Kehamilan pada Saat Bayi Lahir dengan Kejadian Asfiksia di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. B. BAHAN DAN METODE PENELITIAN Penetian ini menggunakan jenis penelitian Obervasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian case control atau kasus kontrol. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah rekam medik yang mempunyai data lengkap seperti identitas bayi, umur kehamilan saat bayi dilahirkan, dan apgar score.javascript:void(0); Etika penelitian yang menjadi kebijakan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta membatasi subyek penelitian untuk program diploma maksimal 80 responden, jadi peneliti mengambil sampel maksimal dari ketentuan tersebut yaitu sebesar 80 responden. Berdasar etika penelitian tersebut peneliti mengambil sample responden sebanyak 40 responden untuk kelompok kasus dann 40 responden untuk kelompok kontrol. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April 2011, salah satu fasilitas RSUD Dr. Moewardi adalah memiliki rekam medik yang lengkap dan bangsal-bangsal untuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar