Sabtu, 11 Mei 2013
Masa remaja di awali oleh masa pubertas
GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013
77
A. PENDAHULUAN
Masa remaja di awali oleh masa pubertas
yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan
fisik dan perubahan fisiologis. Perubahan ini
menyebabkan daya tarik terhadap lawan jenis
yang merupakan akibat timbulnya dorongan-
dorongan seksual. Dalam rangka mencari
pengetahuan mengenai seks, ada remaja yang
melakukannya secara terbuka bahkan mulai
mencoba mengadakan eksperimen dalam
kehidupan seksual (Kusmiran, 2011, hal 30).
Menurut Hurlock (1973, dalam Kusmiran,
2011, hal 32) mengemukakan bahwa dengan
meningkatnya minat terhadap kehidupan
seksual, remaja selalu berusaha mencari
informasi obyektif mengenai seks. Oleh karena
itu, hal yang paling membahayakan adalah
bila informasi yang diterima remaja berasal
dari sumber yang kurang tepat sehingga
menimbulkan kekurangpahaman remaja
terhadap masalah seputar seksual.
Kurangnya pemahaman tentang perilaku
seksual pada remaja amat merugikan bagi
Hubungan Pengetahuan Remaja tentang ...
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN
REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH
PADA SISWA KELAS XI DI SMA N COLOMADU
Riske Chandra Kartika, Kamidah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta
ABSTRAK
Latar Belakang:
Pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan fisik dan perubahan fisiologis.
Perubahan ini menyebabkan daya tarik terhadap lawan jenis yang merupakan akibat timbulnya
dorongan-dorongan seksual. Dalam rangka mencari pengetahuan mengenai seks, ada remaja
yang melakukannya secara terbuka bahkan mulai mencoba mengadakan eksperimen dalam
kehidupan seksualSejalan dengan minat terhadap seksual, remaja selalu berusaha mencari
informasi obyektif tentang seks, hal yang membahayakan adalah apabila informasi yang didapat
berasal dari sumber yang salah sehingga menimbulkan kekurangpahaman remaja. Ada sekitar
53% perempuan berumur 15-19 tahun melakukan hubungan seksual sedangkan jumlah laki-
laki dua kali lipat dari jumlah perempuan.
Tujuan:
Mengetahui hubungan pengetahuan remaja
tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah.
Metode:
penelitan ini menggunakan
metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 67 responden dengan
analisa data chi square.
Hasil Penelitian:
Didapatkan nilai X2hitung = 24.091 lebih besar dari
X2tabel = 5.991 dan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05.
Simpulan:
Terdapat hubungan positif
antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada
remaja.
Kata Kunci:
Kesehatan reproduksi remaja, perilaku sex pranikah.
GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013
78
Hubungan Pengetahuan Remaja tentang ...
remaja sendiri termasuk keluarganya, sebab
pada masa ini remaja mengalami perkembangan
yang penting yaitu kognitif, emosi, sosial dan
seksual (Soetjiningtsih, 2004, hal 133).
Laporan yang disampaikan oleh National
Surveys of Family Growth pada tahun 1988
menunjukan bahwa 80% laki – laki dan 70%
perempuan melakukan hubungan seksual
selama masa pubertas dan 20% dari mereka
mempunyai empat atau lebih pasangan. Ada
sekitar 53% perempuan berumur antara 15-19
tahun melakukan hubungan seksual pada masa
remaja, sedangkan jumlah laki-laki melakukan
hubungan seksual sebanyak dua kali lipat dari
pada perempuan (Soetjiningsih, 2004, hal 133).
Berdasarkan studi pendahuluan di SMA
N Colomadu pada tanggal 4 Februari 2012
peneliti mendapat informasi dari bagian
kesiswaan bahwa setiap tahun ada 1-2 siswa
yang mengundurkan diri dari sekolah karena
hamil. Berdasarkan wawancara dengan 24
orang siswa di dapatkan hasil siswa siswa yang
berpacaran dan berpegangan tangan sebanyak
66,7%, siswa yang pernah berciuman bibir
sebanyak 29,1%, siswa yang pernah berciuman
di daerah leher sebanyak 20,8%.
B. BAHAN DAN METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah
dengan menggunakan metode penelitian
observasional analitik dengan pendekatan
cross sectional. Lokasi dilakukannya penelitian
di SMA N Colomadu. Populasi yang diteliti
adalah seluruh siswa kelas XI. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah 67
siswa. Pengumpulan data pada penelitian
ini menggunakan data primer. Data primer
diperoleh peneliti dari responden dengan
menggunakan kuesioner yang terdiri dari 22
pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi dan
5 pernyataan mengenai perilaku seks pranikah.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Univariat
Analisis yang digunakan untuk
menggambarkan karakteristik dari
responden. Adapun karateristik responden
dapat dilihat dari diagram berikut:
a. Umur
Tabel 1 Distribusi Responden
Berdasarkan Umur Berdasarkan
Gambar di atas menunjukkan bahwa
mayoritas.
No
Umur
Responden
1
16
35 Responden (52,2%)
2
17
31 Responden (46,3%)
3
18
1 Responden (1,5%)
Umur responden adalah 16 tahun
yaitu sebanyak 35 siswa (52,2%),
sedangkan minoritas umur responden
18 tahun yaitu sebanyak 1 siswa
(1,5%).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar